Thomas Alva Edison

Thomas Edison2.jpg
Thomas Alva Edison

Kamu pasti sudah tahu Thomas Alva Edison kan? Thomas Alva Edison loh yang menemukan Bola Lampu Pijar. Thomas Alva Edison (lahir 11 Februari 1847 - meninggal 18 Oktober 1931 pada umur 84 tahun) adalah penemu dan pengusaha yang mengembangkan banyak peralatan penting. Thomas Alva Edison adalah salah satu ilmuwan paling masyhur di dunia. Hasil hasil temuannya mencatatnya sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia. Thomas pun seorang pengusaha yang sukses. Kesuksesan Thomas Alva Edison tidak lepas dari dedikasi Nancy Matthews Edison, seorang ibu luar biasa yang berhasil mendidik dan mengembangkan minat Thomas. 

Biografi

Masa Kecil

thomas alfa edison kecil
Thomas Alva Edison ketika
 masih kanak-kanak

Tidak ada yang menyangka bahwa ilmuwan sekaliber Thomas Alva Edison disebut sebagai anak idiot atau bodoh, tetapi Thomas tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolah karena ia merasa bosan dengan cara belajar di sekolah.

Thomas terbiasa belajar dengan banyak bertanya kepada ibunya. Saat di sekolah, ia hanya diminta duduk manis dan memperhatikan gurunya menjelaskan, kemudian menghafal segala sesuatu yang dijelaskan oleh gurunya dan hal tersebut sama sekali tidak menarik minatnya. Ia pun sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang terlintas dalam benaknya dan dinilai tidak masuk akal oleh gurunya, seperti "Kenapa ayam berbulu? Sedangkan manusia tidak bebulu?", "Kenapa bulu manusia dengan ayam berbeda?", "Bagaimana bulu ayam bisa menempel di tubuhnya?."

Thomas sempat berpikir bahwa dirinya benar-benar bodoh karena diperlakukan sebagai anak bodoh di sekolah. Namun, sang ibu terus membangun rasa percaya dirinya. Sang ibu pun mengeluarkan Thomas dari sekolah. Thomas hanya bersekolah di sekolah formal selama 3 bulan. Dibawah bimbingan sang ibu, Thomas belajar materi-materi dasar sekolah, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Sang ibu memperkenalkan ilmu pengetahuan alam, sejarah, dan sastra kepada Thomas melalui buku-buku. Karena minat Thomas yang tinggi pada percobaan, Nancy pun membuatkan laboratorium kecil  di rumah untuk Thomas.

Cara mengajar Nancy (sang ibu) yang menarik meningkatkan semangat Thomas dalam menimba ilmu. Karakter yang dibangun oleh Nancy kepada Thomas menjadikan anak terakhir nya ini lebih dewasa dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Ia juga tidak memaksakan kehendak, tetapi berusaha mengembangkan pengalaman dan mencari berbagai cara yang menarik untuk menggugah rasa ingin tahu. 

Ketika berusia 12 tahun, Thomas memutuskan untuk bekerja. Ia berjualan koran di sebuah jalur kereta apa di sepanjang rute dari Pot Huron ke Detroit. Pada tahun 1861, terjadi perang saudara antara negara-negara bagian utara dan selatan. Topik ini menjadi penelitian banyak orang. Thomas melihat peluang ini, ia pun membeli sebuah alat cetak tua dan mencetak korannya sendiri, Weekly Herald, saat berusia 15 tahun.

Masa Muda


Young Thomas Alfa Edison
Thomas Alva Edison ketika muda

Thomas memiliki pendengaran yang kurang baik, bukan karena ia benar-benar tuli, melainkan ia mengalami gangguan pendengaran. Ada yang menyebutkan bahwa kehilangan pendengaran ini akibat penyakit, dan adapula yang mengatakan karena kecelakaan (petugas stasiun memukul Thomas karena terjadi kebakaran di stasiun kereta akibat laboratoriumnya). Namun, Thomas tidak mengeluhkan hal itu atau menjadikannya kekurangan. Ia menganggap hal itu sebagai sebuah keuntungan sebab ia jadi memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir dibandingkan mendengarkan pembicaraan kosong. 

Thomas mendaftarkan hak paten pertamanya untuk alat electric vote recorder, tetapi tidak ada orang yang membelinya. Akhirnya, Thomas memutuskan untuk membuat alat yang menarik minat orang untuk membelinya. Ia beralih ke peralatan komersil. Thomas berhasil melakukan pengembangan stock ticker dan menjualnya kepada sebuah perusahaan seharga $40.000. Dengan uang ini ia membangun sebuah laboratoriun dan perusahaan di Menlo Park, New Jersey.

Percobaan Lampu Pijar

Lampu Pijar Pertama Thomas Alfa Edison
Lampu Pijar Pertama Thomas Alva Edison 

Pada tahun 1877, Thomas mencurahkan tenaga, waktu, dan uangnya untuk percobaan membuat lampu pijar. Persoalannya adalah ia harus bisa menemukan bahan yang bisa berpijar, tetapi tidak terbakar ketika dialiri arus listrik. Thomas telah melakukan percobaan dengan 6.000 bahan berbeda. Akhirnya, pada 21 Oktober 1879, terciptalah lampu listrik pertama yang dapat menyala selama 40 jam. Pada tahun 1890, ia mendirikan perusahaan General Electric.

Mengenai pecobaannya ini, Edison pernah memprotes surat kabar yang menuliskan berita utama berjudul "Setelah 9.955 Kali Gagal Menemukan Bola Lampu Pijar, Edison Akhirnya Berhasil Menemukan Lampu yang Menyala."

     Pesan dari Thomas Alva Edison adalah betapa banyak orang yang menyerah, padahal hanya beberapa langkah lagi untuk sampai pada keberhasilan. Dan, satu kalimat bijak dari beliau yang selalu jadi penyemangatnya, "Saya pasti akan sukses, karena telah kehabisan percobaan yang gagal." 

    Thomas mulai bekerja pada usia yang sangat muda dan terus bekerja hingga akhir hayatnya. Sepanjang hidupnya, Thomas telah mematenkan sekitar 1.093 hasil penemuannya, termasuk lampu pijar, gramofon, dan kamera film. Ketiga penemuannya ini membangkitkan industri listrik, rekaman, dan film yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Thomas meninggal dunia pada usia 84 tahun.

    Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah Thomas adalah sikapnya yang pantang menyerah, optimis dalam melihat segala hal, dan jeli melihat peluang. Apa lagi inspirasi dari Thomas Alva Edison yang dapat kita ambil? Comment dibawah ya!

Sumber:
  1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Thomas_Alva_Edison
  2. https://abiummi.com/thomas-alfa-edison/

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mau Kemana Setelah Lulus SMK?

Alexander Graham Bell

Angklung